Pengajian Kebangsaan Mempererat Persatuan dan Kesatuan Sukses Digelar di Desa Adi Luhur Jabung Lampung Timur

04 Januari 2024
Administrator
Dibaca 264 Kali
 Pengajian Kebangsaan Mempererat Persatuan dan Kesatuan Sukses Digelar di Desa Adi Luhur Jabung Lampung Timur

Adi Luhur, 4 Januari 2024 - Ribuan orang memadati Lapangan Desa Adi Luhur, Jabung, Lampung Timur, pada Rabu malam (2/1/2024). Mereka hadir untuk mengikuti pengajian kebangsaan bertema "Mempererat Persatuan dan Kesatuan" yang menghadirkan da'i kondang Gus Miftah dan grup lawak religi Cak Percil Cs.

Suasana khidmat terasa sejak awal acara. Ribuan masyarakat, mulai dari anak muda hingga kaum lansia, memadati lapangan dengan tertib. Bahkan, banyak yang rela menggelar tikar untuk duduk lesehan menikmati tausiyah dan canda gurau religius.

Kepala Desa Adi Luhur, Agus Pujianto, S.P., membuka acara dengan menyampaikan rasa syukur atas antusiasme warga serta terpilihnya sebagai kepala desa periode ketiga. Ia mengajak masyarakat untuk bersatu padu, tidak lagi terkotak-kotak pilihan pilkades lalu, selaras dengan tema pengajian.

Pengajian malam itu semakin meriah dengan kehadiran Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo, anggota DPR RI dan DPR Kabupaten, Ketua PCNU Jabung, Camat Jabung dan tetangga, serta para kepala desa se-kecamatan Jabung. Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan instansi terkait juga tak ketinggalan turut meramaikan suasana.

Gus Miftah dalam tausiyahnya mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga ukhuwah Islamiyah dan persatuan bangsa. Ia mengingatkan pentingnya toleransi dan saling menghargai perbedaan, terutama di tengah kondisi masyarakat yang majemuk. Mengambil kisah-kisah teladan dan pengalaman pribadinya, Gus Miftah menyampaikan pesan dengan apik, terkadang diselingi canda ringan yang mengundang gelak tawa hadirin.

Tak mau kalah, Cak Percil Cs ikut membumbui suasana dengan lawakan-lawakan bernuansa religi. Lewat guyonan yang cerdas dan sarat pesan, mereka mengajak masyarakat untuk merenungkan pentingnya mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pengajian kebangsaan ini terlaksana dengan tertib dan lancar berkat kerja keras panitia. Ribuan pengunjung pun tertib menyimak hingga acara selesai. Suasana kekeluargaan dan persatuan terasa kian erat di penghujung malam.

Acara ini menjadi bukti bahwa pengajian keagamaan bisa dikemas menarik dan mampu menyatukan masyarakat dari berbagai kalangan. Harapannya, pengajian kebangsaan seperti ini dapat terus digelar untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.